Jumat, 03 Agustus 2012

MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ICT

Media pembelajaran bebas TIK sangat erat kaitannya dengan kreativitas anak dan anak yang mempunyai kreativitas tentunya anak yang perkembangannya baik dan mampu menyelesaikan permasalahan yang baik pula dan mereka tidak ingin permasalahan yang berlarut-larut dapatnya dan dapat cepat diselesaikan.

Kreativitas yang merupakan kemampuan seseorang untuk mengaktualkan dirinya dalam pergaulan dan juga dalam pembelajaran disekolah. Hal ini yang diharapkan agar dengan adannya media pembelajaran berbasis TIK anak dapat kreatif dan berkembang sesuai yang diinginkan.

Adapun ciri-ciri anak yang mempunyai kreativitas tinggi menurut Asep H. Hermawan (1997 : 50)
1. Selalu ingin mengetahui sesuatu yang benar
2. Selalu ingin mengubah sesuatu yang telah ada
3. Mencoba hal-hal yang baru

Link  :


http://belajar.kemdiknas.go.id











http://e-dukasi.net



















Selasa, 24 Juli 2012

Keyboard Shortkey

Ctrl + A = Pilih seluruh isi dari halaman.
Ctrl + B = Bold seleksi disorot.
Ctrl + C = Menyalin teks yang dipilih.
Ctrl + E = menyejajarkan baris atau teks yang dipilih ke tengah layar.
Ctrl + F = Buka menemukan kotak.
Ctrl + I = Italic seleksi disorot.
Ctrl + J = sejalan teks yang dipilih atau jalur untuk membenarkan layar
Ctrl + K = Insert link. Ctrl + L = Sejalan garis atau teks yang dipilih ke kiri layar.
Ctrl + M = Indent paragraf.
Ctrl + P = Buka jendela cetak.
Ctrl + R = sejalan garis atau teks yang dipilih di sebelah kanan layar.
Ctrl + T = Buat indent menggantung.
Ctrl + U = Underline seleksi disorot.
Ctrl + V = Paste.
Ctrl + X = Memotong teks yang dipilih.
Ctrl + Y = Redo aksi terakhir dilakukan.
Ctrl + Z = Undo aksi terakhir.
Ctrl + Shift + F = Mengubah font.
Ctrl + Shift +> = Meningkatkan dipilih font Poin 1 sampai 12pt font dan kemudian naik 2 pts.
Ctrl +] = Increase font 1 poin yang dipilih.
Ctrl + Shift + < = Decrease font-1pts dipilih jika 12pt atau lebih rendah, jika diatas 12 berkurang font oleh 2 pt.
Ctrl + [ = Decrease font-1pts dipilih.
Ctrl + Shift + * = Lihat atau menyembunyikan karakter non cetak.
Ctrl + = Bergerak satu kata ke kiri.
Ctrl + = Bergerak satu kata ke kanan.
Ctrl + = Bergerak ke awal baris atau paragraf.
Ctrl + = Bergerak ke akhir paragraf.
Ctrl + Del = Untuk menghapus kata di kanan kursor.
Ctrl + Backspace = Menghapus kata ke kiri kursor.
Ctrl + End = Memindahkan kursor ke akhir dokumen.
Ctrl + Home = Memindahkan kursor ke awal dokumen.
Ctrl + Spacebar teks = yang disorot Reset ke default font.
Ctrl + 1 = Single-space lines.
Ctrl + 2 = Double-ruang baris.
Ctrl + 5 = 1.5-line spacing.
Ctrl + Alt + 1 = Perubahan teks ke pos 1.
Ctrl + Alt + 2 = Perubahan teks ke pos 2.
Ctrl + Alt + 3 = Perubahan teks ke pos 3.
Ctrl + F1 = Buka Task Pane.
F1 = Open Help.
Alt + Ctrl + F2 = Buka dokumen baru.
Ctrl + F2 = Tampilan pratinjau cetak.
Shift + F3 = Mengubah teks dalam Microsoft Word dari atas ke huruf kecil atau huruf kapital pada awal setiap kata.
Shift + = Insert Paste.
F4 = Ulangi aksi terakhir dilakukan (Word 2000 +)
F5 = Buka menemukan, mengganti, dan pergi ke jendela di Microsoft Word.
Ctrl + Shift + F6 = Membuka terbuka lain dokumen Microsoft Word.
F7 = Spell dan tata bahasa teks yang dipilih memeriksa dan / atau dokumen.
Shift + F7 = Menjalankan sebuah Thesaurus mengecek kata disorot.
F12 = Simpan sebagai.
Shift + F12 = Simpan.
Ctrl + Shift + F12 = Mencetak dokumen.
Alt + Shift + D = Masukkan tanggal hari ini.
Alt + Shift + T = Masukkan waktu saat ini.
Selain shortcut di atas pengguna juga dapat menggunakan mouse mereka sebagai metode cepat melakukan sesuatu yang umum dilakukan. Di bawah ini adalah contoh beberapa mouse shortcut.
Mouse shortcut dan Deskripsinya
Klik, tahan, dan seret Memilih teks dari mana Anda klik dan tahan ke jalur tarik dan lepaskan.
Double-klik Jika klik dua kali kata, memilih kata lengkap.
Double klik dua kali klik di sebelah kiri, tengah, atau kanan dari baris kosong akan membuat keselarasan antara teks kiri, tengah, atau kanan sejajar.
Double klik dua kali mengklik di mana saja setelah teks pada baris akan menetapkan tab berhenti.
Triple-klik Memilih baris atau paragraf dari teks triple-mouse diklik.
Ctrl + Mouse wheel membesarkan masuk dan keluar dari dokumen.
Menu File
New = Ctrl + N
Open = Ctrl + O
Save = Ctrl + S /F12
Save as = F12
Print = Ctrl + P
Menu Edit
Undo = Ctrl + Z
Redo = Ctrl + Y
Cut = Ctrl + X
Copy = Ctrl + C
Paste = Ctrl + V
Office Clipboard = Ctrl + C + C
Select All = Ctrl + A
Find = Ctrl + F
Replace = Ctrl + H
Go to = Ctrl + G / F5
Menu Insert
Symbol = Ctrl + W
Hyperlink = Ctrl + K
Menu Format
Paragraph = Ctrl + Shift + D
Rata kanan = Ctrl + R
Rata kiri = Ctrl + L
Rata kanan kiri = Ctrl + J
Center = Ctrl + E
Spasi 1 = Ctrl + 1
Spasi 1,5 = Ctrl + 5
Spasi 2 = Ctrl + 2
Bullets & numbering = Ctrl + D
Font tebal (bold) = Ctrl + B
Font miring (italic) = Ctrl + I
Font digaris bawah = Ctrl + U
Increase = Ctrl + M
Decrease = Ctrl + Shift + M
Besarkan uk font = Ctrl + }
Kecilkan uk font = Ctrl + {
Spelling & grammar = F7
Memperbesar/memperkecil tampilan kerja = Ctrl + Scroll mouse

SELAMAT MENCOBA

Sabtu, 17 Maret 2012

PARASETAMOL

Asal kata


 

Kata asetaminofen dan parasetamol berasal dari singkatan nama kimia bahan tersebut:
Versi Amerika N-asetil-para-aminofenol asetominofen
Versi Inggris para-asetil-amino-fenol parasetamol



Sejarah

Sebelum penemuan asetaminofen, kulit sinkona digunakan sebagai agen antipiretik, selain digunakan untuk menghasilkan obat antimalaria, kina.
Karena pohon sinkona semakin berkurang pada 1880-an, sumber alternatif mulai dicari. Terdapat dua agen antipiretik yang dibuat pada 1880-an; asetanilida pada 1886 dan fenasetin pada 1887. Pada masa ini, parasetamol telah disintesis oleh Harmon Northrop Morse melalui pengurangan p-nitrofenol bersama timah dalam asam asetat gletser. Biarpun proses ini telah dijumpai pada tahun 1873, paraetamol tidak digunakan dalam bidang pengobatan hingga dua dekade setelahnya. Pada 1893, parasetamol telah ditemui di dalam air kencing seseorang yang mengambil fenasetin, yang memekat kepada hablur campuran berwarna putih dan berasa pahit. Pada tahun 1899, parasetamol dijumpai sebagai metabolit asetanilida. Namun penemuan ini tidak dipedulikan pada saat itu.
Pada 1946, Lembaga Studi Analgesik dan Obat-obatan Sedatif telah memberi bantuan kepada Departemen Kesehatan New York untuk mengkaji masalah yang berkaitan dengan agen analgesik. Bernard Brodie dan Julius Axelrod telah ditugaskan untuk mengkaji mengapa agen bukan aspirin dikaitkan dengan adanya methemoglobinemia, sejenis keadaan darah tidak berbahaya. Di dalam tulisan mereka pada 1948, Brodie dan Axelrod mengaitkan penggunaan asetanilida dengan methemoglobinemia dan mendapati pengaruh analgesik asetanilida adalah disebabkan metabolit parasetamol aktif. Mereka membela penggunaan parasetamol karena memandang bahan kimia ini tidak menghasilkan racun asetanilida.

Penggunaan

Demam

Parasetamol telah disetujui sebagai penurun demam untuk segala usia. WHO hanya merekomendasikan penggunaan parasetamol sebagai penurun panas untuk anak-anak jika suhunya melebihi 38.5 C. Namun efektifitas parasetamol sendiri untuk demam anak masih dipertanyakan, jika dibandingkan dengan efektifitas ibuprofen.




Nyeri
Parasetamol digunakan untuk meredakan nyeri. Obat ini mempunyai aktifitas sebagai analgesik, tetapi aktivitas anti-inflamasinya sangat lemah. Parasetamol lebih dapat ditoleransi oleh pasien yang mempunyai riwayat gangguan pencernaan, seperti pengeluaran asam lambung berlebih dan pendarahan lambung, dibandingkan dengan aspirin.

Efek Samping

Pada dosis yang direkomendasikan, parasetamol tidak mengiritasi lambung, mempengaruhi koagulasi darah, atau mempengaruhi fungsi ginjal. Namun, pada dosis besar (lebih dari 2000 mg per hari) dapat meningkatkan resiko gangguan pencernaan bagian atas. Hingga tahun 2010, parasetamol dipercaya aman untuk digunakan selama masa kehamilan.

Overdosis

Penggunaan parasetamol diatas rentang dosis terapi dapat menyebabkan gangguan hati. Pengobatan toksisitas parasetamol dapat dilakukan dengan cara pemberian asetilsistein (N-asetil sistein) yang merupakan prekusor glutation, membantu tubuh untuk mencegah kerusakan hati lebih lanjut.

Mekanisme Aksi

Mekanisme aksi utama dari parasetamol adalah hambatan terhadap enzim siklooksigenase (COX: cyclooxigenase), dan penelitian terbaru menunjukkan bahwa obat ini lebih selektif menghambat COX-2. Meskipun mempunyai aktifitas antipiretik dan analgesik, tetapi aktifitas anti-inflamasinya sangat lemah karena dibatasi beberapa faktor, salah satunya adalah tingginya kadar peroksida dapa lokasi inflamasi. Hal lain, karena selektifitas hambatannya pada COX-2, sehingga obat ini tidak menghambat aktifitas tromboksan yang merupakan zat pembekuan darah.

Asal Usul Adu Kemiri / Adu Muncang


Mungkin salah satu jenis aduan ini jarang kita temui di kota² selain daerah Sumedang, Garut, Tasikmalaya dan sekitarnya. Tapi jangan salah adu kemiri ini sudah sangat mendarah daging di lingkungan masyarakat daerah tersebut. Konon adu kemiri ini adalah salah satu bentuk kesenian budaya tradisional di masyarakat Sumedang, hal ini dibuktikan adanya kemiri adu yang ada di museum Sumedang.


Awal tahun 80-an adu kemiri ini cuma dijumpai dikalangan anak² tanggung usia. Tetapi seiringnya dengan keisengan yg berkembang, maka adu kemiri ini merambah ke orang dewasa. Bahkan kalangan tertentu arena adu kemiri ini dijadikan lahan bisnis berjualan. Bisa dijumpai di trotoar jalan, atau sekitar pasar².

Untuk bisa diadukan kemiri harus melewati proses pematangan terlebih dahulu, bisa digunakan asam cuka, atau yg terbaik menggunakan air aren (Bahan gula merah) yg telah di biarkan per satuan waktu. Proses ini lah yg tak kalah penting, sebab bisa menentukan kekuatan dari kemiri itu sendiri. Setelah itu proses selanjutnya digunakan minyak untuk melemaskan kulit kemiri dari kering atau dari Biji Kaliki (istilah urg Garut mah DIPALE). Kemiri yg benar² siap adu dia mempunyai warna hitam/kecoklatan/kemerahan.

Mungkin bagi yg belom terbiasa akan tercengang jika ada harga kemiri ini persatuannya bisa mencapai Rp 50 ribu/butir, bahkan jika sudah mempunyai jam terbang adu bisa mencapai Rp 100 ribu/butir, Rp 150 ribu/butir sampai Rp 500 ribu/butir.
Jenis-jenis Kemiri  (Muncang)
  • Muncang Jawa
  • Muncang Timtim
  • Muncang Jayanti
  • Muncang Bagong
  • Muncang Ayu
  • Muncang Kaliwiro
  • Muncang Oray
  • Muncang Mayit
  • Muncang Belut
  • Muncang Gindi
  • Muncang Sumatera
  • dll


Sabtu, 03 Maret 2012

Nama-nama Surga Islam

  


Surga Firdaus
Surga Firdaus ini diciptakan oleh Allah Swt. dari emas. Tentang calon penghuninya, dijelaskan dalam surat Al-Mukminuun berikut ini.

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” (Q.S. Al-Mukminuun [23]: 1-11)

Surga ‘Adn
Surga ‘Adn ini diciptakan oleh Allah Swt. dari intan putih. Calon penghuni Surga ‘Adn antara lain:

1. Orang yang bertakwa kepada Allah Swt.
“(Yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka), ‘Salaamun`alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan.’” (Q.S. An-Nahl [16]: 31-32)

2. Orang yang benar-benar beriman dan beramal saleh.
“Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia). (Yaitu) surga Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan).” (Q.S. Thaahaa [2]: 75-76)

3. Orang yang banyak berbuat baik.
“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih cepat berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. (Bagi mereka) surga Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera.” (Q.S. Fathir [35]:32-33)

4. Orang yang sabar, menginfakkan hartanya dan membalas kejahatan dengan kebaikan.
“Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik). (Yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu.” (Q.S. Ar Ra’d [13]: 22-23)

Surga Na’im
Surga Na’im diciptakan oleh Allah Swt. dari perak putih. Calon penghuninya adalah orang-orang yang benar-benar bertakwa dan beramal saleh. Sebagaimana firman Allah Swt. berikut ini.

“Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya.” (Q.S. Al-Qalam [68]: 34)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, bagi mereka surga-surga yang penuh kenikmatan” (Q.S. Luqman [31]: 8)

“Kekuasaan di hari itu ada pada Allah, Dia memberi keputusan di antara mereka. Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh adalah di dalam surga yang penuh kenikmatan.” (Q.S. Al-Hajj [22]: 56)

Surga Ma’wa
Surga Ma’wa diciptakan oleh Allah Swt dari zamrud hijau. Calon penghuninya adalah:

1. Orang-orang yang benar-benar beriman dan beramal saleh.
“Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka bagi mereka surga-surga tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. As-Sajdah [32]: 19)

2. Orang-orang yang takut pada kebesaran Allah Swt. dan menahan diri dari hawa nafsu buruk.
“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. Maka sesungguhnya surga tempat tinggal(nya).” (Q.S. An-Naazi‘aat [79]: 40-41)

Surga Darussalam
Surga Darussalam diciptakan oleh Allah Swt dari yakut merah. Calon penghuninya adalah orang-orang yang kuat iman dan Islamnya, mengamalkannya ayat-ayat Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari, serta mengerjakan amal saleh lainnya karena Allah Swt. Firman-Nya,

“Bagi mereka (disediakan) darussalam (surga) pada sisi Tuhannya dan Dialah Pelindung mereka disebabkan amal-amal saleh yang selalu mereka kerjakan.” (Q.S. Al-An’aam [6]: 127)

Surga Darul Muqamah
Surga Darul Muqamah diciptakan oleh Allah Swt. dari permata putih. Calon penghuninya adalah orang-orang yang melakukan banyak kebaikan. Firman-Nya,

“Dan mereka berkata, ‘Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu.’” (Q.S. Faathir [35]: 34-35)

Surga Al-Maqaamul
Surga Al-Maqaamul adalah surga yang diciptakan oleh Allah Swt. dari emas. Calon penghuninya adalah orang-orang yang sangat beriman (muttaqien), yaitu yang benar-benar bertakwa kepada Allah Swt. sebagaimana firman Allah Swt. berikut ini
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman.” (Q.S. Ad-Dukhan [44]: 51)

Surga Khuldi
Surga Khuldi adalah surga yang diciptakan oleh Allah Swt. dari marjan merah dan kuning. Calon penghuninya adalah orang-orang yang taat menjalankan perintah Allah Swt. dan menjauhi segala larangan-Nya. Firman-Nya,

“Katakanlah, ‘Apa (azab) yang demikian itukah yang baik, atau surga yang kekal yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa? Dia menjadi balasan dan tempat kembali bagi mereka.’” (Q.S. Al-Furqan [25]: 15)

Rabu, 22 Februari 2012

CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL)


Contextual Teaching and Learning (CTL)


CTL merupakan strategi yang melibatkan seswa secara penuh dalam proses pembelajarannya. Siswa didorong ntuk beraktifitas mempelajari materi pelajaran sesuai dengan topik yang akan dipelajarinya. Belajar dalam konteks CTL adalah proses pengalaman secara langsung..
A. Konsep Dasar Strategi Pembelajaran Kontekstual
Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penh ntuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. Ada tiga hal yang harus dipahami. Pertama CTL menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi, kedua CTL mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata, ketiga mendorong siswa untuk dapat menerapkan dalam kehidupan.
Terdapat lima karakteristik penting dalam proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan CTL.
1.       Pembelajaran merupakan proses pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (activating knowledge)
2.       Pembelajaran ntuk memperoleh dan menambah pengetahuan baru (acquiring knowledge)
3.       Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge)
4.       Mempraktikan pengetrahuan dan pengalaman tersebut (applying knomledge)
5.       Melakukan refleksi (reflecting knowledge)

B. Latar Belakang Filosofi dan Psikologis CTL
1.   Latar belakang Filosofis
CTL banyak dipengarhi oleh filsafat konstruktivisme yang mulai digagas oleh Mark Baldwin dan selanjutnya dikembangkan oleh Jean Piaget. Piaget berpendapat, bahwa sejak kecil setiap anak sudah memiliki struktur kognitif yang kemudian dinamakan “skema”. Skema terbentuk karena pengalaman, dan proses penyempurnaan skema itu dinamakan asimilasi dan semakin besar pertumbuhan anak maka skema akan semakin sempurna yang kemudian disebut dengan proses akomodasi.
Pendapat Piaget tentang bagaimana sebenarnya pengetahuan itu terbentuk dalam struktur kognitif anak, sangat berpengaruh terhadap beberapa model pembelajaran, diantaranya model pembelajaran kontekstual.. menurut pembelajaran kontekstual, pengetahuan itu akan bermakna manakala ditemukan dan dibangun sendiri oleh siswa.

2.   Latar belakangPsikologis
Dipandang dari sudut psikologis, CTL berpijak pada aliran psikologis kognitif. Menurut aliran ini proses belajar terjadi karena pemahaman individu akan lingkungan. Belajar bukanlah peristiwa mekanis seperti keterkaitan stimulus dan respon. Belajar melibatkan proses mental yang tidak tampak seperti emosi, minat, motivasi, dan kemampuan atau pengalaman.
Ada yang perlu dipahami tentang pbelajar dalam konteks CTL.
1.       Belajar bukanlah menghafal, akan tetapi proses mengkontruksi pengetahuan sesuai dengan pengalaman yang mereka miliki
2.       Belajar bukan sekedar mengumnpulkan fakta yang lepas-lepas.
3.       Belajar adalah proses pemecahan masalah
4.       Belajar adalah proses pengalaman sendiri yang berkembang dari yang sederhana menuju yang kompleks
5.       Belajar pada hakikatnya adalah menangkap pengetahuan dari kenyataan.

C. Perbedaan CTL dengan Pembelajaran Konvensioanal
No.
Perbedaan CTL dengan Pembelajaran Konvensioanal
CTL
Pembelajaran Konvensional
1
Siswa sebagai subjek belajar
Siswa sebagai objek belajar
2.
Siswa belajar melalui kegiatan kelompok
Siswa lebih banyak belajar secara individu
3.
Pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata
Pembelajaran bersifat teoritis dan abstrak
4
Kemampuan didasarkan atas pengalaman
Kemampuan diperoleh dari latihan-latihan
5
Tujuan akhir kepuasan diri
Tujuan akhir nilai atau angka
6
Prilaku dibangun atas kesadaran
Prilaku dibangun oleh factor dari luar
7
Pengetahuan yang dimiliki individu berkembang sesuai dengan pengalaman yang dialaminya
Pengetahuan yang dimiliki bersifat absolute dan final, tidak mungkin berkembang.
8
Siswa bertanggungjawab dalam memonitor dan mengembangkan pembelajaran
Guru penentu jalannya proses pembelajaran
9
Pembelajaran bisa terjadi dimana saja
Pembelajaran terjadi hanya di dalam kelas
10
Keberhasilan pembelajaran dapat diukur dengan berbagai cara
Keberhasilan pembelajaran hanya bisa diukur dengan tes

D. Peran Guru dan Siswa dalam CTL
Setiap siswa mempunyai gaya yang berbeda dalam belajar. Perbedaan yang dimiliki siswa tersebut dinamakan sebagai unsure modalitas belajar. Menurut Bobbi Deporter ada tiga tipe gaya belajar siswa, yaitu tive visual, auditorial dan kinestis.
Tipe visual adalah gaya belajar dengan cara melihat, sedang tipe auditorial adalah tipe belajar dengan cara menggunakan alat pendengarannya, dan tipe kinestetis adalah tipe belajar dengan cara bergerak.
Sehubungan dengan hal itu, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan bagi setiap guru manakala menggunakan pendekatan CTL.
1.       Siswa harus dipandang sebagai individu yang sedang berkembang
2.       setiap anak memiliki kecenderungan untuk belajar hal-hal yang baru dan penuh tantangan
3.       belajar bagi siswa adalah proses mencari keterkaitan atau keterhubungan antara hal-hal yang baru dengan hal-hal yang sudah diketahui
4.       belajar bagi anak adalah proses penyempurnaan skema yang telah ada.

E.   Asas-Asas CTL
CTL sebagi suatu pendekatan pembelajaran memiliki 7 asas. Asas-asas ini yang melandasi pelaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan CTL
1. Konstruktivisme
Adalah proses pembangunan baru dalam struktur kognitif siswa berdasarkan pengalaman.
2. Inkuiri
Adalah proses pembelajaran didasarkan pada pencarian dan penemuan melalui proses berfikir secara sistematis. Proses inkuiri dilakukan dalam beberapa langkah:
1.       Merumuskan masalah
2.       Mengajukan hipotesis
3.       Mengumpulkan data
4.       Menguji hipnotis berdasarkan data yang ditemukan
5.       Membuat kesimpulan

3. Bertanya (Questioning)
Belajar pada hakikatnya adalah bertanya dan menjawab pertanyaan. Bertanya dapat dipandang sebagai refleksi dari keingintahuan setiap individu; sedangkan menjawab pertanyaan mencerminkan kemampuan seseorang dalam berfikir.
Dalam suatu pembelajaran yang produktif kegiatan bertanya akan sangat berguna untuk:
1)       menggali informasi dan kemampuan siswa dalam penguasaan materi pelajaran
2)       membangkitkan motvasi siswa untuk belajar
3)       merangsang keingintahuan siswa terhadap sesuat
4)       memfokuskan siswa pada suatu yang diinginkan
5)       membimbing siswa untuk menemukan atau menyimpulkan sesuatu

4. Masyarakat Belajar (Learning Community)
Konsep Masyarakat Belajar (Learning Community) dalam CTL menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh melalui kerjasama dengan orang lain. Dalam kelas CTL, asas ini dapat dilakukan dengan menerapkan pembelajaran melalui kelompok belajar.
5. Pemodelan (Modeling)
Merupakan proses pembelajarn dengan memperagakan sesuatu sebagai conto yang dapat ditiru oleh setiap siswa.
6. Refleksi (Reflection)
Merupakan proses pengendapan pengalaman yang telah dipelajari yang dilakukan dengan cara mengurutkan kembali kejadian-kejadian atau peristiwa pembelajaran yang telah dilalui.

7. Penilaian Nyata (Authentic Assessment)
Adalah proses yang dilakukan guru untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan belajar yang dilakukan siswa.

F.   Pola dan Tahapan Pembelajaran CTL
a. Pola Pembelajaran Konvensional
untuk mencapai tujuan kompetensi, guru menerapkan strategi pembelajaran sebagai berikut:
1)       Siswa disuruh untuk membaca buku tentang pasar
2)       Guru menyampaikan materi pelajaran
3)       Guru memberikan kesempatan pada siswa untk bertanya
4)       Guru mengulas pokok-pokok materi pelajaran  yang telah disampaikan dan dilanjutkan dengan kesimpulan
5)       Guru melakukan post-tes
6)       Guru menugaskan kepada siswa untuk membuat karangan sesuai dengan tema “pasar”
Model pembelajaran diatas jelas bahwa sepenhnya ada pada kendali guru.

b. Pola Pembelajaran CTL
untuk mencapai tujuan kompetensi, guru menerapkan strategi pembelajaran sebagai berikut:
1)       Pendahuluan
2)       Inti
3)       Penutup
Pada CTL untuk mendapatkan kemampuan pemahaman konsep, anak mengalami langsung dalam kehidupan nyata di masyarakat. Kelas bukanlah tempat untuk mencatat atau menerima informasi dari guru, akan tetapi kelas digunakan untuk saling membelajarkan. Untuk itu ada beberapa catatan dalam penerapan CTL sebagai suatu strategi pembelajaran, yaitu sebagai berikut:
1)       CTL adalah model pembelajaran yang menekankan pada aktivitas siswa secara penuh, baik fisik maupun mental.
2)       CTL memandang bahwa belajar bukan menghafal, akan tetapi proses berpengalaman dalam kehidupan nyata.
3)       Kelas dalam pembelajaran CTL bukan sebagai tempat untuk memperoleh informasi, akan tetapi sebagai tempat untuk menguji data hasil temuan mereka di lapangan.
Materi pelajaran ditemukan oleh siswa sendiri, bukan hasil pemberian dari orang lain

Strategi Contextual Teaching and Learning (CTL)
Strategi Pembelajaran hakikatnya adalah sketsa umum aktivitas guru dan murid di dalam merealisasikan kegiatan belajar mengajar. Maknanya, interaksi belajar mengajar berlangsung dalam satu sketsa yang dilaksanakan secara bersama-sama oleh guru dan murid. Dengan demikian boleh dirumuskan strategi pembelajaran merupakan "sketsa umum pembelajaran subyek didik" yang tersusun secara sistematik berdasar acuan prinsip-prinsip pendidikan yaitu, strukturisasi urutan atau langkah-langkah pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, pengelolaan kelas, evaluasi, dan waktu yang digunakan untuk mencapai tujuan.
Strategi pembelajaran melalui pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning) merupakan konsep belajar yang bisa membantu guru menghubungkan antara materi yang diajarkan dengan realitas dunia nyata murid, dan mendorong murid membuat interaksi antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dalam kaitan ini siswa dapat menyadari sepenuhnya apa makna belajar, manfaatnya, bagaimana upaya untuk mencapainya dan dapat memahami bahwa yang mereka pelajari bermanfaat bagi hidupnya nanti, sehingga mereka akan memposisikan diri sebagai diri mereka sendiri yang membutuhkan bekal hidupnya dan berupaya keras untuk meraihnya.
Adapun tugas guru dalam pembelajaran kontekstual adalah membantu siswa dalam meraih tujuannya. Artinya guru lebih fokus pada urusan strategi daripada memberi informasi. Tugas guru dalam hal ini hanya memanage kelas sebagai sebuah tim yang bekerja untuk menemukan sesuatu yang baru bagi siswa. Proses pembelajaran lebih diwarnai student centered ketimbang teacher centered . Menurut DEPDIKNAS, guru harus melakukan beberapa hal berikut:
1)       Mengkaji konsep atau teori yang akan dipelajari oleh siswa
2)       Memahami latar belakang dan pengalaman hidup siswa melalui proses pengkajian psikologis dan sosiologis,
3)       Mempelajari lingkungan sekolah dan tempat tinggal siswa yang selanjutnya memilih dan menghubungkan dengan konsep atau teori yang akan dibahas dalam pembelajaran kontekstual,
4)       Merancang pembelajaran dengan mengkaitkan konsep atau teori yang dipelajari dengan mempertimbangkan pengalaman yang dimiliki dan lingkungan hidup mereka,
5)       Melaksanaka evaluasi terhadap pemahaman siswa, dimana hasilnya nanti dijadikanbahanrefleksi terhadap rencana pembelajaran dan pelaksanaannya.
Lima bentuk pembelajaran yang penting dalam pendekatan kontekstual yaitu, mengaitkan (relating), mengalami (experiencing), menerapkan (applying), bekerja sama (cooprating), dan mentransfer (transferring).
Mengaitkan (relating)
Dalam hal ini guru menggunakan strategi relating ini apabila ia mengkaitkan konsep baru dengan sesuatu yang sudah dikenal siswa. Jelasnya, mengkaitkan apa yang sudah diketahui siswa dengan informasi baru.
Mengalami (experiencing)
Merupakan inti pembelajaran kontekstual dimana mengkaitkan berarti menghubungkan informasi baru dengan pengalaman maupun pengetahuan informasi baru dengan pengalaman sebelumnya. Pembelajaran bisa terjadi dengan lebih cepat ketika siswa memanfaatkan (memanipulasi) peralatan dan bahan serta melakukan bentuk-bentuk penelitian yang aktif.
Menerapkan (applying)
Ketika siswa menerapkan konsep dalam aktivitas belajar memecahkan masalahnya, guru dapat memotivasi siswa dengan memberikan latihan yang realistic dan relevan.
Kerja Sama (cooperating)
Siswa yang bekerja sama secara kelompok biasanya mudah mengatasi masalah yang komplek dengan sedikit bantuan ketimbang siswa yang bekerja sama secara individual. Pengalaman bekerja sama tidak hanya membantu siswa mempelajari bahan pembelajaran tetapi konsisten dengan dunia nyata.
Mentransfer (transferring)
Fungsi dan peran guru dalam konteks ini adalah menciptakan bermacam-macam pengalaman belajar denga fokus pada pemahaman bukan hapalan.
“STRTEGI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL” menurut DEPDIKNAS dalam penerapannya mempunyai tujuh komponen utama yaitu:
1. Konstruktivisme (Constructivism)
Menekankan bahwa pembelajaran tidak semata sekedar menghafal, mengingat pengetahuan akan tetapi merupakan suatu proses belajar mengajar dimana siswa sendiri aktif secara mental, Membangun pengetahuannya, yang didasari oleh struktur pengetahuan yang dimilikinya.
2. Menemukan (inquiry)
Menemukan merupakan bagian inti dari aktivitas pembelajaran berbasis kontekstual. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa bukan dari hasil mengingat fakta-fakta melainkan dari hasil menemukan sendiri. Kegiatan menemukan (inquiry) merupakan sebuah siklus yang terdiri dari observasi(observation), bertanya (questioning), Mengajukan dugaan (hiphotesis), pengumpulan data (data gathering), dan penyimpulan (conclusion).
3. Bertanya (Questioning)
Bertanya adalah strategi utama pembelajaran berbasis kontekstual. Bertanya bermanfaat untuk:
1)               Menggali informasi
2)               Menggali pemahaman siswa
3)               Membangkitkan daya respon siswa
4)               Mengetahui sampai sejauh mana keinginan dan minat siswa
5)               Memfokuskan perhatian pada sesuatu yang dikehendaki guru
6)               Membangkitkan lebih luas lagi pertanyaan dari siswa, dalam rangka menyegarkan kembali Pengetahuan siswa.
4.  Masyarakat belajar (Learning Community)
Konsep masyarakat belajar menyarankan hasil pembelajaran didapat dari hasil kerja sama dengan orang lain. Hasil belajar diperoleh dari “sharing” antar teman, antar kelompok, dan antar yang tahu ke yang belum tahu. Masyarakat belajar akan berjalan baik jika terjadi komunikasi dua arah, dua kelompok atau lebih yang terlibat aktif dalam komunikasi pembelajaran saling belajar.
5. Pemodelan (Modeling)
Membahasakan yang ada dalam pemikiran adalah salah satu bentuk dari pemodelan. Jelasnya pemodelan adalah membahasakan yang dipikirkan, memdemonstrasi bagaimana guru menghendaki siswanya untuk belajar dan melakukan sesuatu. Dalam pembelajaran kontekstual, Guru bukan satu-satunya model. Model bisa dirancang dengan melibatkan siswa atau bisa juga mendatangkan dari luar.
6. Refleksi (Reflection)
Refleksi merupakan cara berpikir atu merespon tentang apa yang baru dipelajari. Berpikir ke belakang tentang apa yang sudah dilakukan dimasa lalu. Pengejawantahannya dalam pembelajaran adalah guru menyiapkan waktu sejenak agar siswa dapat melakukan refleksi yang berupa pernyataan langsung tentang apa yang sudah diperoleh pada hari itu.
7. Penilaian yang sebenarnya (Authentic Assesment)
Penilaian adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa member gambaran mengenai perkembangan belajar siswa. Dalam pembelajaran berbasis CTL, gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui guru, agar siswa dapat memastikan bahwa siswa mengalami pembelajaran yang benar. Fokus penilaian adalah pada penyelesaian tugas yang relevan dan kontekstual. Evaluasi dilakukan terhadap proses maupun hasil.